LampungLampung TimurPembangunanPemerintah

KEMBALI LAGI PROYEK LATASTON DIDUDUGA DI KERJAKAN TIDAK SESUAI DENGAN RAB, DARI DINAS PUTR LAMTIM

×

KEMBALI LAGI PROYEK LATASTON DIDUDUGA DI KERJAKAN TIDAK SESUAI DENGAN RAB, DARI DINAS PUTR LAMTIM

Sebarkan artikel ini

Lampung Timur // TRIBUNTERKINI.ID

Kembali lagi Proyek dari dinas PekerjaannUmum dan Tata Ruang (PUTR) Lampung Timur TA 2025, Proyek peningkatan jalan sampai dengan Lataston di Dusun 1 Desa Rantau Jaya Udik 2 kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur nilai kisaran 1 miliar rupiah diduga ada pengurangan ketebalan aspal dari yang semestinya.

Proyek pengaspalan jalan sepanjang 1007 meter lebar 3 meter tersebut dikerjakan oleh rekanan.

Dari pantauan wartawan media ini di lokasi, pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan sampai dengan Lataston sepanjang 1007 meter tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) ,pada Selasa (2/12/2025).

Saat pelaksanaan proyek peningkatan jalan sampai lataston tersebut dilaksanakan, terlihat dilokasi ada pihak Konsultan Pengawas dan Pegawas Teknis dari Dinas.
Namun meskipun ada para pengawas dilokasi, tetap saja ketebalan aspalnya diduga tidak sesuai.

Konsultan pengawas beberapa kali mengukur ketebalan aspal dengan cara menancapkan besi pengukur ketebalan dan terlihat jelas tidak sesuai ketebalan yang semestinya.
Meski tidak sesuai ketebalan, pihak pengawas di lokasi enggan di konfirmasi seolah melakukan pembiaran.

Saat dikonfirmasi, sang Konsultan Pengawas menyampaikan bahwa peningkatan jalan sampai lataston tersebut panjangnya 1007 meter.
Kemudian terkait ketebalan dari lapisan dasar sampai pengaspalan harus ada 5 Cm. Memang dari pengukuran ketebalan yang baru dilakukan ada yang kurang dan ada yang pas. Artinya, bahwa secara umum ketebalannya bervariasi,” ungkapnya.

Untuk diketahui, bahwa selain ketebalan aspal yang tidak sesuai, plang proyek peningkatan jalan sampai lataston tersebut juga tidak ada ditemukan dilokasi proyek.
Aspal yang tipis dan tidak rata tersebut membuat jalan yang baru dikerjakan sangat jelas terlihat bergelombang.

Para warga desa ada yang bersyukur ada juga yang merasa kecewa dengan hasil pekerjaan yang dikerjakan oleh pihak rekanan.
Kami selaku masyarakat sebenarnya senang dengan adanya pembangunan jalan ini. Disisi lain kami ada rasa kecewa dengan hasil pekerjaan lataston yang kurang tebal tersebut. Kalau ketebalannya dibuat agak bagus mungkin jalan ini akan bertahan lama.
Pembangunan jalan ini sudah lama kami tunggu-tunggu, karena jalan ini merupakan akses jalan utama masyarakat.
Kami selaku masyarakat berharap agar pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah dapat betul-betul diperhatikan kwalitas dan ketebalan pekerjaannya. Kalau pekerjaannya agak dibuat bagus lagi, maka masyarakat akan sangat senang, dalam arti bisa lama menikmati hasil pembangunannya,” ungkap salah satu masyarakat setempat.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *