Bandar Lampung // TRIBUN TERKINI ID
Jalan pengabdian Brigadir Jenderal Polisi Benny Ali bukanlah perjalanan singkat. Ia adalah potret perwira yang tumbuh dari bawah, meniti karier setapak demi setapak, hingga akhirnya berdiri di jajaran elite Kepolisian Republik Indonesia.
Lahir di Bandar Lampung, 27 September 1968, Benny Ali menapaki dunia kepolisian setelah menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) 1991, satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sejak saat itu, pengabdian panjangnya dimulai—penuh dinamika, tantangan, dan tanggung jawab besar.
Kariernya berawal dari wilayah. Ia pernah merasakan kerasnya tugas lapangan sebagai Kapolsek Teluk Betung Selatan, kemudian dipercaya memimpin wilayah rawan dan strategis sebagai Kapolres Way Kanan dan Kapolres Tulang Bawang pada 2009. Dari Lampung, namanya perlahan menembus level nasional.
Bidang lalu lintas menjadi salah satu kekuatan utama jenderal asal Lampung ini. Ia pernah menjabat Wadirlantas Polda Lampung, lalu dipercaya memegang kendali penuh sebagai Dirlantas Polda Bengkulu pada 2013. Tak hanya di lapangan, Benny Ali juga berperan dalam dunia pendidikan kepolisian sebagai Dosen Utama STIK Lemdikpol pada 2015, mencetak generasi penerus Bhayangkara.
Pengalaman hukumnya teruji saat ia mengemban amanah sebagai Kabidkum Polda Sulawesi Utara pada 2016. Namun puncak kepercayaan datang ketika Mabes Polri memanggilnya ke jantung pengawasan internal institusi.
Pada 2017, Benny Ali didapuk sebagai Kabag Prodok Ropaminal Divisi Propam Polri, kemudian dipercaya menjabat Karo Provos Divpropam Mabes Polri—posisi krusial yang menjadi garda terdepan penegakan disiplin dan etika anggota Polri.
Brigjen Pol Benny Ali membuktikan bahwa pengabdian, loyalitas, dan konsistensi sehingga mampu mengantarkan putra daerah asal lampung menorehkan sejarah di Korps Bhayangkara.
(Nurasikin).










