DaerahLampungLampung TengahLintas AgamaPemerintahPolri

Upacara Ngaben Umat Hindu Pacek Swastika Buana Berduka

×

Upacara Ngaben Umat Hindu Pacek Swastika Buana Berduka

Sebarkan artikel ini

Lampung tengah,(Tribun Terkini.id)-Umat Hindu Bali Pacek Kampung Swastika Buana sedang Berduka atas Meninggalnya MPU dari para MPU, Ida Pandita MPU Jaya Wicaksara, 29/1/2023, dalam Usia 90 tahun serta meninggalkan 25 cucu.Hari ini Keluarga di bantu seluruh umat hindu bali di kampung swastika buana mengadakan Upacara Adat Ngaben untuk Mensucikan almarhum, kegiatan di mulai jam 08: 00 di perkirakan selesai sampai esok pagi.Upacara Ngaben ini di hadiri Ketua Maha Gotre Lampung Drs I Made Bagiarse,Ketua DPR Lampung Ketut Irawan, Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad,DPRD Lampung Tengah, Camat Seputih Banyak Suprianto dan Stafnya, Kapolsek Seputih Banyak Iptu Chandra Dinata, dan Para MPU se-lampung acara berlangsung di Kampung Swastika Buana (SB 13) Kecamatan Seputih Banyak kabupaten Lampung Tengah pada senin (30/1/2023).Drs I Made Bagiarse mengatakan bahwa Almarhum Ida Pandita MPU Jaya Wicaksara ini adalah Ketuanya MPU dari para MPU Umat Hindu Bali Pasek di Lampung.

Bupati Musa Ahmad mengatakan bahwa Almarhum ini sudah banyak membangun dan berjuang untuk membesarkan umat hindu bali, sehingga dengan meninggalnya beliau, maka generasi baru yang di cetak oleh beliau akan bisa meneruskan apa yang sudah beliau perbuat.

Gede Raja Suwita Ketua kepanitiaan Hindu Bali Pura Chatur Parahyangan Maha Botre Pasek Sanak Sapte Rsi Lampung Gede Raja Swite menceritakan bahwa Almarhum ini Dulu asalnya Trans dari Bali dan Merintis Umat Hindu Bali Pasek dan Mendirikan Pura yang sekaran sudah di Resmikan oleh Gubernur Lampung menjadi Pura Lampung, semoga anak dan cucunya nanti bisa menggantikan almarhum meneruskan yang sudah di rintis selama ini.

Acara di mulai ucapan dari salah satu anak keluarga duka, Ketua Maha Gotre Lampung, Bupati Lampung Tengah. Kemudian Jenazah di arak dengan jalan kaki secara adat bali ke pemakaman lokasi pembakaran sejauh 1.5 km, setelah melakukan sarat sarat adat yang harus di lakukan oleh keluarga almarhum,jenazah bisa di ngaben, setelah itu abu dan tulang di bawa ke sungai yang ada di bendungan sungai tirta gangga dan di larung disana.

(Lilis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *